GEMA TINULAR SUKMA
Gerakan Bersama Kader Jumantik Periksa Jentik, Melayani Skrining Penyakit Tidak Menular, dan Melakukan Survei Kepuasan Masyarakat pada saat kunjungan rumah
Mulai tahun 2021, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menginisiasi transformasi kesehatan enam pilar yang merupakan program prioritas Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Adapun keenam pilar tersebut di antaranya transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan. Pilar pertama, transformasi layanan primer. Kemenkes RI berupaya memperkuat upaya promotif dan preventif sekaligus mendekatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas dengan merevitalisasi 300 ribu posyandu yang dilengkapi dengan kader kesehatan yang berkualitas dan alat kesehatan yang memadai, seperti USG dan alat periksa jantung1. Kemenkes pun sudah menyusun empat tahap dalam melakukan transformasi layanan primer, yaitu tahap pertama dengan mengedukasi penduduk melalui penguatan peran kader, kampanye, dan membangun gerakan dengan menggunakan platform digital dan tokoh masyarakat2. Kemenkes RI melalui puskesmas dan posyandu harus mampu menjadi garda terdepan dalam mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk hidup sehat3.
Dalam upaya mewujudkan transformasi sistem kesehatan tersebut, Puskesmas Kesamben melaksanakan kegiatan edukasi penduduk berbasis penguatan kader kesehatan. Salah satu dari kegiatan tersebut adalah kunjungan rumah dalam rangka Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pencegahan penyakit tidak menular, dan survei kepuasan terhadap layanan puskesmas. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan pengawasan dari tenaga puskesmas. Kegiatan PSN secara rutin sudah dilaksanakan sejak tahun 2019, tetapi belum terdapat inovasi kegiatan. Pada tahun 2021, kegiatan PSN ditambah dengan kegiatan pengukuran tekanan darah dengan menggunakan pengukur tekanan darah digital, tinggi badan, dan berat badan. Dan pada tahun 2022, ditambah lagi dengan kegiatan pemeriksaan gula darah dengan menggunakan stik, pengisian kuesioner melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK), dan pengisian survei kepuasan masyarakat melalui aplikasi e-Sukma Jatim. Kegiatan di atas dilaksanakan oleh kader dengan pengawasan dari tenaga puskesmas.
Selain untuk meningkatkan cakupan program pemberantasan penyakit menular demam berdarah di wilayah kerja Puskesmas Kesamben, kegiatan inovasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan cakupan program penyakit tidak menular hipertensi dan diabetes melitus serta memberikan masukan terkait kepuasan masyarakat terhadap layanan di Puskesmas Kesamben.
Melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) +Plus di rumah warga, terutama di sekitar rumah warga yang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD). Kegiatan inovasi ini terdiri dari tiga, yaitu PSN, skrining Penyakit Tidak Menular (PTM), dan survei kepuasan masyarakat.
- PSN
- Skrining PTM yang terdiri dari pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital, pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar perut, dan pemeriksaan gula darah dengan menggunakan stik, serta skrining kesehatan dengan menggunakan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK)
- Survei kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Puskesmas Kesamben melalui e-Sukma Jatim