KLAS TING-TING
Kelas Ibu Balita Stunting Itu Penting


















































Saat ini, Indonesia menduduki posisi ke lima di dunia kejadian stunting. Hal ini tentunya sangat memperihatinkan. Oleh sebab itu, pemerintah terus gencar melakukan penyuluhan-penyuluhan kepada para remaja, calon ibu, maupun ibu balita untuk bersama- sama melakukan pencegahan stunting. Stunting bisa dicegah dengan menjaga 1000 hari pertama kehidupan yaitu saat anak masih berbentuk janin di rahim ibu hingga anak usia 2 tahun. Stunting juga dapat dicegah dengan tetap memenuhi gizi ibu hamil dan menyusui, memerikasan kehamilan secara berkala, imunisasi lengkap bagi bayi, serta pemberian ASI dan makanan pendamping ASI yang bergizi.
Sebagian besar masyarakat mungkin belum memahami istilah yang disebut stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Kondisi tubuh anak yang pendek seringkali dikatakan sebagai faktor keturunan (genetik) dari kedua orang tuanya, sehingga masyarakat banyak yang hanya menerima tanpa berbuat apa-apa untuk mencegahnya. Padahal seperti kita ketahui, genetika merupakan faktor determinan kesehatan yang paling kecil pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting merupakan masalah yang sebenarnya bisa dicegah.
Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.
Tujuan dengan adanya inovasi ini adalah:
- Mendapatkan hasil pengukuran berat badan dan tinggi badan balita yang valid di wilayah kerja Puskesmas Kesamben
- Meningkatkan pengetahuan ibu balita stunting cara pencegahan dan penanggulangan balita stunting
- Mendapatkan data kejadian stunting yang valid
- Menurunkan angka kejadian stunting
- Meningkatkan status gizi balita
Dalam rangka meningkatkan kualitas gizi serta mencegah stunting pada bayi dan balita, Puskesmas Kesamben bekerja sama dengan seluruh desa wilayah kecamatan kesamben yang merupakan salah satu Desa Lokus Stunting melaksanakan kegiatan Kelas Ting- Ting (Kelas Ibu Balita Stunting) pada tanggal 3 Mei 2022 dengan melakukan pengukuran tinggi balita serta memberikan edukasi seputar kesehatan bayi dan balita dalam pencegahan balita stunting di Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar. Dalam kegiatan tersebut Ahli Gizi Puskesmas Kesamben mengadakan penyuluhan dan praktik cara mengolah menu masakan yang mudah dan sehat untuk dikonsumsi anak balita sesuai dengan himbauan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam Pemberian Makanan pada Bayi dan Anak (PMBA).
Menu makanan yang akan diolah dalam kegiatan tersebut adalah “Rock n Roll” dimana kegiatan tersebut dilaksanakan di luar ruangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta ibu bayi dan balita, ibu hamil, kader Posyandu serta beberapa perangkat Desa.
Dalam kegiatan ini, ibu bayi dan balita juga diberikan edukasi tentang cara pengolahan makanan sehat dan bergizi untuk meningkatkan nafsu makan pada anak serta kandungan gizi yang terdapat pada menu “Rock n Roll” (Rolade Ikan Patin Daun Kelor) dalam upaya pencegahan stunting dan terjadinya kasus gizi buruk dengan mengikuti PMBA sesuai himbauan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.